common-myths-about-fertility-1

Mitos #1: Ketidaksuburan disebabkan karena kekurangan seks. Bersanggama setiap hari pasti akan menyebabkan kehamilan.

Fakta

Tentu, sanggama yang teratur memperbaiki kemungkinan pembuahan, khususnya selama masa ovulasi wanita yang biasanya terjadi pada Hari ke-14 atau 15 setelah hari pertama menstruasinya. Kekurangan sanggama akan dianggap sebagai penyebab ketidakmampuan pasangan mengalami pembuahan apabila itu terjadi kurang dari sekali seminggu. Dokter sering menasihati pasangan untuk berhubungan seks sekurang-kurangnya tiga kali seminggu untuk memastikan bahwa mereka telah melingkupi masa subur/ovulasi guna meningkatkan kemungkinan kehamilan mereka.

Mitos #2: Pria dapat menjadi tidak subur apabila mereka mengalami ejakulasi setiap saat.

Fakta

Frekuensi ejakulasi tidak memiliki korelasi langsung dengan kesuburan. Kesuburan seorang pria biasanya ditentukan dari isi cairan yang dikeluarkan, yang mungkin mencakup air mani dengan sperma yang sedikit, sperma yang bermutu buruk atau dalam beberapa hal tanpa sperma sama sekali, suatu kondisi yang juga dikenal sebagai azoospermia. Bila seorang pria sudah memiliki sedikit sperma, masturbasi yang berlebihan DAPAT menyebabkan ketidaksuburan karena jumlah sperma menjadi berkurang lebih lanjut. Akan tetapi, masturbasi tidak akan mempengaruhi kesuburan seorang pria bila jumlah spermanya normal, karena berjuta-juta sperma diproduksi setiap hari dari testis dan disimpan di dalam epididymis.

Mitos #3: Kehamilan tidak akan terjadi apabila sperma keluar dari vagina setelah sanggama.

Fakta

Itu adalah kejadian yang biasa dan tidak mempengaruhi kesuburan dan pembuahan apabila ada cukup sperma sehat yang berjalan ke tuba-tuba fallopi dan melekat pada telur wanita dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual.

Mitos #4: Apabila pasangan dapat mengalami pembuahan secara alamiah selama kehamilan yang pertama, mereka tidak memiliki masalah kesuburan.

Fakta

Mutu telur dan sperma dapat turun seiring dengan waktu dan setelah pasangan menua. Faktor-faktor lain seperti stres, gaya hidup dan pertambahan berat badan dapat mempengaruhi kemungkinan kesuburan pasangan. Ini dikenal sebagai ketidaksuburan sekunder, di mana pasangan menghadapi kesulitan untuk mengalami pembuahan setelah kehamilan yang pertama atau kedua.

Mitos #5: Pelumas aman untuk pembuahan.

Fakta

Riset menunjukkan bahwa pelumas-pelumas tertentu dapat membunuh hingga 60% sperma. Apabila Anda menggunakan pelumas, tanyakan dokter Anda pelumas-pelumas mana yang ramah-sperma.

Mitos #6: Masalah kesuburan sebagian besar berpangkal pada wanita.

Fakta

Masalah kesuburan dapat disebabkan oleh pasangan pria, pasangan wanita, kedua pihak atau penyebab yang tidak diketahui.

Mitos #7: Pasangan muda tidak akan memiliki masalah kesuburan.

Fakta

Meskipun ketidaksuburan bertambah bersama usia karena bertambahnya masalah seperti aneuploidy (ketidaknormalan kromoson), ketidaksuburan juga dapat terjadi pada pasangan-pasangan muda. Masalah-masalah seperti penghalangan tuba fallopi atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kondisi umum yang dapat mempengaruhi wanita pada usia berapa pun.

Mitos #8: Masalah kesuburan adalah masalah keturunan.

Fakta

Masalah kesuburan dapat memiliki beberapa penyebab dan keturunan hanya salah satu di antaranya. Anda dianjurkan untuk mencari nasihat medis dan mendapatkan pemeriksaan kesuburan guna menentukan masalahnya alih-alih berasumsi bahwa itu adalah masalah keturunan.

Mitos #9: Ketidaksuburan disebabkan karena stres. Kehamilan akan terjadi secara alamiah setelah pasangan belajar untuk rileks.

Fakta

Stres bukan penyebab langsung ketidaksuburan, tetapi stres dapat menyebabkan masalah-masalah lain yang mengakibatkan ketidaksuburan seperti masalah hormon dan jumlah sperma yang abnormal. Meskipun teknik-teknik menghilangkan stres akan memperbaiki kesehatan Anda secara keseluruhan, bukan hanya meningkatkan kemungkinan kesuburan, hal itu membantu mendapatkan diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan-pemeriksaan medis yang diperlukan alih-alih mencari bantuan melalui seorang psikolog apabila Anda mengalami kesulitan dengan pembuahan.