Treatment-Options

TMC Fertility Centre menawarkan beragam pengobatan kesuburan yang tersedia lengkap secara internasional, dibandingkan dengan pusat-pusat IVF di Eropa atau Amerika. Akan tetapi, tidak setiap orang membutuhkan IVF dengan segera. Opsi pengobatan akan bervariasi tergantung pada penyebab masalah kesuburan Anda yang mendasarinya.

TMC Fertility Centre telah membantu banyak pasangan melakukan pembuahan dengan pengobatan kesuburan yang sederhana meskipun mereka mungkin telah berusaha untuk hamil selama banyak tahun.

Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk mencoba tindakan-tindakan sederhana atau prosedur-prosedur yang kurang invasif terlebih dahulu, yang berlanjut ke pembedahan-pembedahan yang lebih kompleks bila perlu. Setiap pasangan akan dinilai secara menyeluruh dan pengobatan yang sesuai dengan masing-masing individu akan dianjurkan.

Beberapa pasangan mungkin hanya memerlukan tablet kesuburan atau prosedur harian rawat jalan, sementara pasangan-pasangan lainnya mungkin perlu menjalankan Pembuahan Di Luar Rahim (IVF).

Pengobatan akan tergantung pada

  • Usia, karena tingkat kesuburan wanita berkurang secara alamiah setelah 35 tahun
  • Penyebab yang mendasari masalah kesuburan
  • Mutu sperma pria pasangan
  • Sudah seberapa lama Anda dan pasangan Anda mengalami masalah kesuburan
  • Apakah Anda pernah hamil sebelumnya (ketidaksuburan primer atau sekunder)
  • Apakah Anda pernah menjalani pengobatan kesuburan sebelumnya

Pengobatan-pengobatan kesuburan yang ada mencakup

Pemantauan Siklus Alamiah

Sebagian wanita, terutama mereka dengan menstruasi yang tidak teratur, tidak bisa hamil karena kesulitan menentukan waktu ovulasi mereka.

Dokter TMC dapat memantau pasien-pasien ini untuk menentukan kapan ovulasi terjadi, dan menasihati sanggama berjadwal atau membantu dengan melakukan inseminasi di dalam rahim ‘yang tidak distimulasi’ (IUI) untuk mendapatkan kehamilan bahkan tanpa obat-obatan apa pun.

natural-cycle-monitoring

Induksi Ovulasi

injection-3

Langkah pertama pada sebagian besar pengobatan kesuburan adalah merangsang produksi telur. Ini dikenal sebagai Induksi Ovulasi, di mana wanita akan diberikan obat-obatan untuk meningkatkan perkembangan lebih banyak telur yang matang di dalam indung telur. Di dalam siklus yang alamiah, hanya ada satu telur yang matang diproduksi per siklus menstruasi. Dengan menambah jumlah telur yang matang, kemungkinannya untuk hamil akan lebih tinggi.

Obat-obatan untuk merangsang telur dapat

  • diminum, yaitu tablet kesuburan selama 5 hari
  • berupa injeksi ke dalam bagian lemak perut, dari 4 hari hingga beberapa minggu, tergantung pada cara pengobatan apa
  • berupa gabungan antara pil dan injeksi

Once medications have started, pelvic ultrasound scans will be done every few days to assess the development of the eggs. Sometimes, blood tests may been done to monitor the progress as well.

Once the eggs have reached the optimal size, medication will be given to mature and release the eggs.

All patients undergoing treatment will be counselled and taught to administer their medications. Some effects of fertility treatment may be felt during this time, including bloatedness, discomfort over her lower abdomen, headaches and fatigue.

Pil Kesuburan dan Sanggama Berjadwal

Tindakan yang sederhana ini cocok untuk wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur, misalnya PCOS, atau pasangan-pasangan yang tidak memiliki masalah ‘besar’ apa pun setelah penilaian awal.

Tablet kesuburan diresepkan selama 5 hari, mulai beberapa hari setelah menstruasi. Pemantauan ultrason akan dijadwalkan dekat dengan hari ‘ovulasi’nya di tengah-tengah siklus untuk menilai perkembangan telurnya, dan hari-hari yang terbaik untuk bersanggama akan diberitahu.

fertility-pills-and-timed-intercourse
tr2

IUI (Inseminasi di Dalam Rahim)

Pengobatan IUI (Inseminasi di Dalam Rahim) cocok untuk pasangan di mana parameter-parameter sperma pasangan prianya sedikit di bawah rata-rata, misalnya jumlah sperma yang sedikit atau perenang yang lamban.

Di dalam kehamilan normal, sperma yang sehat perlu melewati leher rahim, naik ke rahim dan turun melalui tuba-tuba fallopi untuk mencapai indung telur. Apabila ada masalah faktor pria, maka kemungkinan untuk hamil pun berkurang.

Prosedur IUI (Inseminasi di Dalam Rahim) termasuk mengumpulkan air mani pria dan membersihkannya untuk memilih hanya yang paling sehat. Ini kemudian ditempatkan secara langsung ke dalam rahim istri dengan kateter, memintas leher rahim, dan mengurangi jarak bagi sperma untuk mencapai telur. Sekurang-kurangnya satu tuba fallopi perlu paten (tidak terhalang) agar pengobatan ini berhasil.

IVF (Pembuahan di Luar Rahim)

Pembuahan di Luar Rahim (IVF) adalah proses di mana telur-telur (yang secara medis dikenal sebagai oosit) dibuahi oleh sperma di luar tubuh. IVF memberikan tingkat keberhasilan yang tertinggi untuk kehamilan di antara berbagai pengobatan kesuburan yang ada.

The process includes:

  • Merangsang perkembangan banyak telur (Induksi Ovulasi)
  • Pengumpulan oosit dari indung telur, Pengambilan Oosit (OPU), yang dilakukan melalui jalan lahir. Pasien diberi anestesi ringan.
  • Pembuahan di dalam laboratorium embriologi, di mana telur-telur dibuahi dengan sperma dan dibiarkan berkembang di dalam suatu medium kultur khusus.
  • Pemindahan Embrio. Embrio(-embrio) terbaik yang dihasilkan dari proses pembuahan kemudian dikembalikan ke dalam rahim setelah 3 atau 5 hari, di mana diharapkan mereka akan tertanam dan berkembang menjadi kehamilan yang berhasil.
tr4

IVM (Pematangan di Luar Rahim)

ivm-in-vitro-maturation-2

Pematangan di Luar Rahim (IVM) hampir sama dengan IVF, memerlukan pengambilan telur-telur dari indung telur wanita, diikuti dengan pembuahan di dalam laboratorium, dan kemudian penanaman satu atau lebih dari embrio-embrio tersebut kembali ke rahim wanita.

Perbedaan yang krusial adalah keadaan telur pada saat pengambilan. Dengan IVF, telur-telur dimatangkan di dalam indung telur, sedangkan di dalam IVM, telur-telur yang belum matang diambil dari indung telur dan kemudian dimatangkan di luar tubuh, dalam laboratorium embriologi.

Tidak seperti IVF, IVM tidak memerlukan stimulasi indung telur yang berlebihan, yang menghilangkan kebutuhan akan injeksi obat-obatan setiap hari yang berkepanjangan. Sebaliknya pasien hanya akan membutuhkan hormon-hormon dalam bentuk pil atau kapsul.

Setelah dipanen, telur-telur yang belum matang di tempatkan di dalam sebuah piring kultur khusus berisi gabungan antara hormon-hormon luteinising dan hormon-hormon perangsang folikel. Setelah dimatangkan, telur-telur tersebut kemudian dibuahi dengan sperma. Embrio-embrio yang baru terbentuk tersebut kemudian dipindahkan kembali ke dalam rahim dalam waktu empat hari setelah pengambilan.

IVM mungkin merupakan alternatif pengobatan lebih murah yang memerlukan lebih sedikit obat-obatan dan risiko Sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS) yang lebih kecil.

Stimulasi Minimal IVF (Mini IVF)

Stimulasi Minimal IVF mungkin cocok untuk pasien yang tidak dapat menahan efek samping obat-obatan kesuburan atau yang sebelumnya telah mengalami peristiwa Sindrom Hiperstimulasi Ovarium.

Induksi ovulasi akan dilakukan dengan tablet kesuburan yang diminum, atau injeksi-injeksi kesuburan dosis rendah, dan pengambilan telur (OPU) dilakukan, sama dengan IVF konvensional. Akan tetapi, karena jumlah telur matang yang ada lebih sedikit pada setiap siklus, pasangan yang memilih pengobatan ini mungkin memerlukan lebih banyak siklus pengobatan untuk mencapai kehamilan.

GIFT (Pemindahan Gamet di Dalam Fallopi)

Pemindahan Gamet di Dalam Fallopi (GIFT) hampir sama dengan prosedur IVF, di mana wanita mula-mula akan distimulasi untuk menghasilkan sebanyak mungkin telur matang. Setelah dikeluarkan, telur-telur tersebut akan diamati dan dibiakkan di dalam zat makanan khusus.

Sementara itu, sperma pria akan dikumpulkan, dibersihkan dan dipilih. Kemudian sperma-sperma yang terbaik akan ditempatkan pada kateter yang sama seperti telur-telur istrinya. Baik telur maupun sperma tersebut kemudian akan ditanam ke dalam tuba-tuba fallopi wanita dan dibiarkan mengalami pembuahan secara alamiah di dalam tubuh wanita. Proses tersebut dimaksudkan untuk meniru proses kehamilan alamiah semirip mungkin.

GIFT hanya akan dilakukan apabila tuba-tuba fallopi normal dan ada jumlah sperma yang memadai.

ivf

ICSI

Injeksi Sperma di Dalam Sitoplasma merupakan prosedur tambahan yang dilakukan oleh para embriolog, di mana satu sperma diinjeksikan secara langsung ke dalam masing-masing telur dengan bantuan sebuah mikroskop bersamaan dengan siklus Pembuahan di Luar Rahim (IVF).

ICSI Rekomendasi

ICSI dianjurkan bila pria pasangan memiliki jumlah sperma yang sangat sedikit, pergerakan sperma yang lamban, atau mutu sperma yang buruk. Langkah tambahan selama proses IVF ini sangat membantu dalam menambah kesuburan dan tingkat kehamilan pada kasus-kasus masalah faktor pria yang parah dengan membantu sperma menembus telur. ICSI dapat juga dilakukan bila hanya ada beberapa telur setelah pengambilan telur.

Kultur dan Pemindahan Blastokista

Kultur blastokista adalah evolusi berikutnya dalam IVF di mana telur-telur yang telah dibuahi, atau embrio-embrio, dibiakkan hingga Hari ke-5 (disebut blastokista) dan dipindahkan kembali ke dalam rahim, alih-alih embrio tradisional Hari ke-2 atau ke-3.

Blastokista adalah tahap yang lebih lanjut dan matang dari perkembangan embrio, yang memiliki antara 70-100 sel, dibandingkan dengan 8-10 sel embrio Hari ke-3. Blastokista telah terbagi menjadi 2 jenis sel yang berbeda, yaitu sel plasenta masa depan dan sel janin masa depan.

blastocyst-culture-transfer-3

Manfaat melakukan pemindahan blastokista adalah:

  • Tingkat kehamilan yang lebih tinggi, karena embrio-embrio yang dikembangkan menjadi blastokista kurang mungkin menjadi abnormal;
  • Memilih embrio-embrio yang ‘paling ulet’ yang berusaha untuk tetap hidup di luar tubuh selama 5 hari;
  • Menghindari kehamilan kembar banyak seperti kembar tiga karena dokter kesuburan hanya memindahkan tidak lebih dari dua blastokista.

TMC Fertility Centre memiliki rekam jejak yang sangat baik dengan tingkat kehamilan klinis yang berhasil dengan menggunakan teknik kultur dan pemindahan blastokista, karena hanya embrio-embrio dengan kemungkinan yang terbesar untuk tertanam akan dipilih untuk pemindahan ke rahim wanita. Kultur blastokista akan dianjurkan oleh embriolog atau dokter apabila ada cukup banyak embrio pada Hari ke-2 atau ke-3.

Pemindahan Embrio Beku

Penelitian dari pusat-pusat IVF di seluruh dunia menunjukkan bahwa kehamilan setelah pemindahan embrio beku (embrio-embrio sehat dibekukan, dan dipindahkan setelah beberapa bulan) vs pemindahan segar (embrio-embrio yang dipindahkan dalam minggu yang sama menjalani prosedur pengambilan telur IVF) adalah serupa, dan kadang-kadang bahkan memiliki manfaat-manfaat tambahan.

Merencanakan pemindahan beku dapat mengurangi risiko Sindrom Hiperstimulasi Ovarium, OHSS, komplikasi pengobatan IVF yang mungkin berbahaya. Dengan menunda pemindahan embrio, tingkat hormon yang naik menjadi sangat tinggi di dalam tubuh sebagai akibat dari obat-obatan IVF akan memerlukan waktu untuk kembali menjadi normal, jadi meniru lingkungan yang lebih alamiah selama bagian awal kehamilan.

Treatment-Options-1

Beberapa kemungkinan manfaatnya termasuk:

  • Tingkat kehamilan yang lebih tinggi
  • Tingkat keguguran yang lebih rendah
Treatment-Options-2
advanced-laparoscopic-keyhole-surgery

Pembedahan Invasi Minimal Laparoskopik Lanjutan

Masalah-masalah struktural seperti tuba-tuba fallopi yang terhalang, endometriosis, fibroid dan kista ovarium mungkin berperan dalam masalah-masalah kesuburan. Pembedahan untuk memperbaiki masalah-masalah ini kadang-kadang dapat memungkinkan wanita untuk hamil secara alamiah.

Selama pembedahan invasi minimal ini, dokter bedah membuat satu irisan kecil 1 cm di area perut di mana sebuah laparoskop (teleskop kecil) dan alat-alat bedah berukuran 5 mm dimasukkan ke dalam rongga rahim. Laparoskop tersebut memperlihatkan kondisi organ-organ internal di layar komputer untuk menuntun dokter bedah mengangkat tumbuhan apa pun di dalam rahim atau memperbaiki ketidaknormalan-ketidaknormalan apa pun.

Karena luka bedahnya sangat kecil, hanya ada sedikit rasa sakit, guratan kecil dan waktu pemulihan yang cepat. Pembedahan laparoskopik biasanya dilakukan sebagai pembedahan satu hari. Pasangan dapat mencoba memiliki bayi dalam waktu 3-4 minggu setelah pembedahan atau setelah wanita merasa cukup nyaman untuk melakukan hubungan seksual.

Treatment-Options-4

Penetasan Berbantu

Supaya embrio dapat tertanam di dalam rahim, pertama-tama embrio tersebut akan menetas keluar dari kulitnya (zona pellucida). Pada beberapa kasus, kulit tersebut ‘telah mengeras’ sehingga menghalangi penetasan dan penanaman embrio.

Penetasan berbantu merupakan teknik mikromanipulasi di mana embriolog menipiskan lapisan kulit atau membuat sebuah lubang kecil pada kulit untuk membantunya menetas. Membantu penetasan telur akan meningkatkan keberhasilan kehamilan.

Diagnosis Genetik Pra-implantasi (PGD)

Setiap orang tua yang hamil bertanya-tanya apakah bayi mereka normal dan sehat atau tidak. Faktanya adalah bahwa semua wanita memiliki risiko kehamilan dengan kromosom yang abnormal, khususnya apabila wanita tersebut berusia di atas 35 tahun.

Di masa lalu, wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun mungkin dites dengan chorionic villus sampling (CVS) atau amniosentesis untuk mengetahui ketidaknormalan kromosom, seperti Down Syndrome. Akan tetapi, mereka harus membuat keputusan yang menyakitkan antara meneruskan dan menghentikan kehamilan tersebut setelah bayinya diketahui abnormal.
Baca Selengkapnya →

Pengambilan Sperma Bedah (MESA, PESA atau TESE)

Untuk pasien pria yang memiliki sangat sedikit atau tanpa sperma di dalam air mani yang mereka keluarkan, sperma dapat diperoleh dengan beberapa prosedur seperti Micro Epididymal Sperm Aspiration (MESA), Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) dan Testicular Sperm Extraction (TESE). Sperma-sperma yang diperoleh kemudian akan digunakan untuk prosedur ICSI dan IVF.

Pada MESA, dokter bedah membuat sayatan kecil di skrotum dan mengumpulkan sperma di epididimis, saluran panjang melingkar yang memberikan jalan bagi sperma yang berasal dari testis. Ini merupakan prosedur bedah kecil yang memerlukan waktu 30 menit dan hanya memerlukan pembiusan lokal.

PESA mirip dengan MESA tetapi tidak memerlukan pembedahan mikro. Untuk PESA, dokter menggunakan jarum untuk menembus skrotum dan epididimis dan memasukkan sperma ke dalam semprotan.

TESE biasanya dilakukan bila MESA telah gagal. Itu memerlukan pengangkatan sedikit jaringan testis untuk mengambil sperma.