slider-1

Tingkat Keberhasilan Kehamilan Klinis

Tingkat keberhasilan TMC Fertility Centre didokumentasikan dan dipublikasikan di jurnal-jurnal medis internasional selagi kami terus menetapkan standar-standar baru dalam terobosan-terobosan kesuburan.

Keberhasilan kami diukur atas dasar kehamilan-kehamilan klinis, sebagaimana yang direkomendasikan oleh Otoritas Kesuburan dan Embriologi Manusia (Human Fertilization and Embryology Authority), Inggris.

Kehamilan klinis terjadi apabila pemindaian ultrason telah menunjukkan sekurang-kurangnya satu detak jantung bayi. Ini berbeda dengan tingkat kehamilan normal yang menggunakan hasil tes urin atau darah positif, yang mungkin tidak akurat karena obat-obatan yang diminum selama pengobatan IVF yang mengganggu tingkat hormon di dalam aliran darah.

Untuk gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat keberhasilan kami, kami juga mendokumentasikan tingkat kehamilan klinis kami:

Tingkat Keberhasilan Siklus IVF Segar Berdasarkan Kelompok Umur

Siklus IVF segar berarti telur dikumpulkan, dibuahi dan biasanya embrio ‘segar’ dipindahkan ke dalam pasien. Statistik kami menunjukkan bahwa semakin muda diri Anda, semakin tinggi kemungkinannya kehamilan Anda akan berhasil.

Tingkat Keberhasilan Siklus IVF Beku-semua Berdasarkan Kelompok Umur

Siklus IVF Beku-semua berarti bahwa embrio dibekukan dan dicairkan di kemudian hari sebelum dipindahkan ke dalam pasien. Hal yang mendukung siklus ini adalah bahwa badan memerlukan waktu untuk pulih pada kondisi normalnya dan embrio akan mendapatkan lingkungan yang lebih segar dan lebih alamiah untuk tumbuh setelah dipindahkan. Statistik kami menunjukkan bahwa semakin muda diri Anda, semakin tinggi kemungkinannya kehamilan Anda akan berhasil.

Siklus IVF dengan Transfer Blastosista Penyaringan Genetis Pra-Implantasi (PGS)

Siklus IVF dengan Transfer Blastosista Penyaringan Genetis Pra-Implantasi (PGS) berarti telur yang dibuahi, juga dikenal sebagai embrio, ditanam hingga Hari ke-5 (disebut blastosista) sebelum dipindahkan kembali ke dalam rahim. Biasanya, embrio dipindahkan pada Hari ke-2 atau ke-3. Riset telah membuktikan bahwa biosi yang dilakukan pada tahap blastosista hanya menyebabkan kerusakan minimum pada embrio dan oleh karena itu meningkatkan akurasi tes PGS. Statistik kami menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan untuk Siklus IVF dengan Transfer Blastosista PGS lebih tinggi daripada Siklus IVF Segar dan Beku-Semua.